Dalam fenomena fisik yang terjadi dalam geosfer, tak jarang pula terjadi di dalam atmosfer yang menyelimuti bumi. dalam geografi wajib hukumnya untuk mengerti tentang atmosfer dan segalanya tentang atmosfer.
Atmosfer merupakan lapisan udara yang menyelubungi bumi terdiri atas
pola berlapis gas dengan ketebalan ± 1.000 km dari permukaan bumi.
Lapisan gas tersebut karena pengaruh gravitasi bumi, bersama bumi akan
ikut berotasi dan berevolusi, kecuali jika terjadi angin kencang.
Lapisan Udara
Lapisan udara dengan ketebalan ± 1.000 km terdiri dari berbagai
lapisan dan mempunyai fungsi khasnya masing-masing. Lapisan – lapisan
tersebut terdiri dari,
Troposfer
Troposfer merupakan lapisan terbawah dari atmosfer. Ketebalan
rata-ratanya 12 km, ketinggian dikhatulistiwa antara 0 – 16 km sedangkan
di wilayah kutub berkisar antara 0 -8 km dan 4/5
dari massa udara terdapat pada lapisan troposfer. Semakin tinggi lapisan
udara, suhunya semakin turun hingga mencapai -60°C. Setengah dari
ketinggiannya terdapat awan dan di lapisan ini seluruh gejala-gejala
cuaca terjadi. Pada troposfer setiap naik di atmosfer 100 meter maka
temperatur akan turun 0,5°C (khusus Indonesia 0,6°C), terdapat lapisan
peralihan antara troposfer dengan stratosfer yang disebut tropopause
yang berketebalan ± 2 km
Stratosfer (lapisan yang berlapis)
Stratosfer terletak pada ketinggian antara 18 sampai 49 km dari
permukaan bumi. Didalamnya terdapat molekul gas yang tidak terpakai di
troposfer.Lapisan bawahnya sampai ketinggian 35 km mengandung nitrogen
yang bila turun ke troposfer dan terkena petir akan mengalami oksidasi
nitrat dan dapat membantu pembentukan hujan. Lapisan atasnya mengandung
ozon yang berguna untuk menyerap sinar ultraviolet sehingga memungkinkan
kehidupan di bumi. Temperatur di lapisan bawah stratosfer dapat naik
sampai 55°C. Lapisan bawah ini sering disebut sebagai lapisan Isotermis.
Mesosfer (campuran)
Mesosfer terletak pada ketinggian 49 – 82 km. Pada mesosfer semakin
naik maka suhu akan turun mencolok hingga – 73°C, diketinggian 80 km
disebut lapisan hangat (dilapisan inilah terbakarnya meteor yang tidak
habis terbakar di eksosfer saat bergesekan dengan atmosfer bumi)
Termosfer (disebut juga lapisan ionosfer)
Termosfer terdapat pada ketinggian antara 82 – 800 km. Pada lapisan
ini semakin tinggi maka suhu akan naik hingga mencapai 1232°C pada
ketinggian 480 km. Perbedaan suhu antara siang dengan sore bisa mencapai
ratusan derajat celcius, terdapat juga aurora
dan awan pijar malam hari kadang berkilauan pada waktu pagi dan sore
dari korona Matahari yang kemudian teralirkan ke kedua kutub bumi. Pada
lapisan ini terdapat lapisan ionosfer di ketinggian 80 sampai dengan 360
km yang merupakan lapisan terjadinya ionisasi. Partikel ion yang
terbentuk berfungsi sebagai pemantul gelombang suara dan cahaya dari
bumi, yang disebut juga Appleton (lapisan F) dalam bentuk gelombang
radio,
- Gelombang panjang
ketinggian 30.000 – 1.000 meter di lapisan Kennely Heavyside
- Gelombang menengah
ketinggian 1.000 – 200 meter
- Gelombang pendek
ketinggian 200 – 10 meter di lapisan Appleton
Eksosfer (disebut juga Desifasister)
Eksosfer yang sering disebut sebagai ruang antar planet dan geostationer
terdapat pada ketinggian 800 – 1.000 km. Dilapisan ini terjadi gerakan
atom – atom secara bebas (tidak beraturan). Lapisan ini merupakan
lapisan paling panas dan molekul udara dapat meninggalkan atmosfer
sampai ketinggian 3150 km dari muka bumi. Lapisan ini merupakan lapisan
yang sangat berbahaya karena lapisan ini terjadi kehancuran meteor dari
ruang angkasa.
Susunan Udara
Lapisan udara tersusun oleh masing – masing kelompok zat. Masing –
masing zat penyusun, kadarnya dapat berubah – ubah tergantung dari jenis
dan intensitas aktifitas hidup manusia dan keadaan cuaca / iklim di
bumi. Kelompok zat berupa gas dan rata – rata jumlahnya,
| No. | Nama Gas | Jumlah |
| 1. | Zat Lemas (Nitrogen = N2) | 78% |
| 2. | Zat Pembakar (Oksigen = O2) | 21% |
| 3. | Argon (Ar) | 0,9%% |
| 4. | Asam Arang (Carbon Dioksida = CO2) | 0,03% |
| 5. | Neon (Ne) | 0,0015% |
| 6. | Helium (He) | 0,00015% |
| 7. | Krypton (Kr) | 0,0001% |
| 8. | Xenon | 0,000005% |
| 9. | Nitron Oksida | 0,00005% |
| 10. | Methan | 0,00002% |
Kelompok zat lainnya adalah:
- Debu dari jalan dan industri.
Setiap 1 m3 udara mengandung 250.000 butir debu kosmos dari angkasa luar
- Uap air.
Jumlahnya tergantung kepada suhu, apabila suhu rendah maka uap air
akan banyak. Di daerah tropis rata – rata uap air 3% dan untuk daerah
kutub biasanya 0%.
No comments:
Post a Comment